Eks Pemain Sriwijaya FC Yakin Tembus Skuad Persib Bandung

 

 

Clubgodoycruz.com – Bobby Satria sedang mencoba keberuntungannya menerobos skuat Persib Bandung. Eks pemain Sriwijaya FC tersebut mengharapkan dapat mengisi kekosongan posisi pertahanan belakang Persib Bandung.

Tetapi hal tersebut merupakan bukan hal yang mudah untuk Bobby untuk bergabung bersama Maung Bandung. Hal tersebut karena pemain berusia 31 tahun ini harus dapat menarik hati pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez.

Bobby sudah mulai mengikuti latihan bersama pemain Persib. Dan selama ini, dirinya masih percaya dapat mewujudkan keinginan Mario Gomez. Walaupun dirinya menyadari umurnya sudah tidak muda lagi, Bobby menilai pengalamannya bermain di Liga sepakbola Indonesia menjadi keuntungan tersendiri.

Tidak hanya itu, sejumlah punggawa lain seperti Tony Sucipto dan Atep juga sempat menjadi teman satu timnya ketika membeloa Timnas Indonesia pada level junior sehingga tidak akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri.

“Kemarin dihubungi pelatih untuk ikut latihan dulu mau dilihat dulu, berapa lama itu tunggu keputusan dari pelatih,” ungkap Bobby.

“Mungkin adaptasi ada beberapa pemain yang sudah pernah satu tim sama Atep, Tony, sudah tahu beberapa karakternya adaptasi. Mungkin kalau faktor umur juga dari pengalaman gak butuh lama adpatasi mudah-mudahan secepatnya,” tuturnya.

Bobby menganggap Persib Bandung adalah salah satu skuad besar di Tanah Air dan kerap memberikan target juara pada setiap musim pertandingan. “Persib dari tahun ke tahun target selalu juara, kalau beban gak ada (dengan nama besar Persib),” ujar Bobby.

“Kita tahu bobotoh suporter fanatik mereka selalu ingin meraih hasil baik, itu plus bagi pemain memotivasi untuk memberikan yang terbaik,” imbuhnya.

Mario Gomez Bertekad Kembalikan Karakter Persib

 

 

Clubgodoycruz.com – Persib Bandung ternyata masih mempersiapkan para pemainnya untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Kegagalan yang ditorehnya pada Liga 1 musim lalu dan terakhir pada ajang Piala Presiden 2018 menjadi cambuk kuat untuk evaluasi perbaikan tim.

Pelatih Persib, Mario Gomez mengatakan bahwa dirinya mempunyai tanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan Persib Bandung di dunia sepakbola Tanah Air. Kehendaknya itu akan mulai direalisasikan dengan membuat tim yang memiliki karakter untuk pertandingan nanti.

Gomez mengakui terpuruknya kejayaan Persib pada Liga 1 musim lalu itu dijaikan sebagai cambuk untuk melakukan perbaikan secara keseluruhan.

“Karakter. Kita ingin berkarakter dan tentu disegani lawan. Saya akan berusaha kembalikan itu semua,” ungkap Gomez, seperti mengutip dari situs resmi klub, Selasa (30/1/2018).

“Sekali lagi saya tegaskan, ini semua bukan buat pribadi, tapi untuk Bandung dan para Bobotoh,” kata Gomez.

Gomez juga mengaku bahwa dia telah membidik sejumlah nama sebelum kompetisi di tahun 2018 ini berlangsung. Mengenai rekrut pemain, mantan asisten pelatih Inter Milan dan Valencia ini tidak ragu menjelaskan kriteria pemain yang diharapkannya.

“Saya ingin pemain yang berani dan mau bantu tim ini untuk menjadi yang terbaik,” tutur Gomez.

“(Mereka) bersama pemain yang sudah ada, akan kita bangun formasi ideal untuk liga musim depan,” imbuhnya.

Persib Minta Maaf Kecewakan Bobotoh Atas Kegagalan di Piala Presiden

 

 

Clubgodoycruz.com – Persib Bandung mengalami dua kekalahan secara beruntun. Setelah dikaahkan oleh PSMS Medan, tim yang memiliki julukan Maung Bandung harus dikalahkan kembali oleh PSM Makassar dengan skor 0-1 pada pertandingan babak penyisihan grup A Piala Presiden 2018 yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Jumat (26/1/2018).

Pastinya dengan kekalahan Persib ini memberikan kekecewaan kepada pendukung Persib Bandung, Bobotoh. Bahkan setelah pertandingan sejumlah anggota pendukung melakukan tindakan melempar botol ke lapangan.

Bek Persib, Supardi memohon maaf dengan perolehan buruk tersebut karena punggawa Persib tidak berhasil memberi kemenangan setelah memperoleh support dari Bobotoh.

“Pertama saya mengucapkan selamat kepada tim yang lolos di grup, ucapan maaf mungkin sebesar-besarnya kepada Bobotoh yang selama turnamen mendukung dan mendoakan,” ungkap Supardi.

“Tidak ada satu pemain pun yang menginginkan hal ini, draw pun enggak mau, berusaha untuk selalu menang tapi inilah hasil yang bisa diraih. Kami paham kemauan bobotoh, semua juga pasti ingin juara di turnamen apapun.” imbuhnya.

Dengan kalahnya Persib dari PSM Makasar menyebabkan Persib hanya memperoleh tiga poin. Mereka menduduki posisi ketiga klasemen Grup A Piala Presiden 2018.

“Percayalah tim ini akan berkembang dan sukses ke depannya. Tolong tetap dukung dan doakan Persib,” katanya.

“Inilah yang bisa kita berikan untuk sementara ini tapi percayalah tim ini akan berkembang dan sukses kedepannya, siapapun pemainnya Persib tim besar dan akan meraih prestasi yang besar,” imbuhnya.

Keadaan Fisik Pemain Persib Meningkat Pasca TC di Yogyakarta

 

 

 

Clubgodoycruz.com – Persib Bandung menyudahi pemusatan latihan atau training centre (TC) nya di Yogyakarta pada hari Jumat (29/12/2017). Skuad Maung Bandung ini melakukan pemusatan latihan selama sembilan hari di Kota Pelajar.

Tidak hanya berlatih menempa fisik dan mental, Persib juga melangsungkan pertandingan uji coba. Setidaknya mereka memperoleh kemenangan 4-0 dan 1-0 ketika melawan Sleman United dan FC Universitas Negeri Yogyakarta.

Tetapi yang dapat dibanggakan dari Persib yakni keadaan fisik para pemainnya mengalami peningkatan secara signifikan. Pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya mengatakan sembilan hari pemusatan latihan di Yogyakarta memperoleh perkembangan positif dari fisik mereka.

“Ini perkembangan yang sangat menggembirakan, melihat perkembangan kondisi fisik pemain sampai latihan hari ini,” ungkap Yaya di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta, seperti merilis situs resmi Persib.

Tetapi Yahya mengatakan jajaran pelatih tetap mempunyai kewajiban untuk meningkatkan keadaan fisik pemain. Lantaran mereka menginginkan keadaan fisik pemain Persib harus maksimal ketiga bertanding pada Liga 1 2018 nanti.

“Kita sampaikan kepada pemain ini bukan akhir, tapi ini rangkaian program yang harus kita selesaikan selangkah demi selangkah,”‎ kata Yaya.